Thursday, April 24, 2025

Daur Biogeokimia (Daur Karbon)

 

DAUR BIOGEOKIMIA

 

Daur Biogeokimia adalah peredaran unsur-unsur kimia dari lingkungan melalui komponen biotik dan kembali lagi ke lingkungan. Proses tersebut terjadi secara berulang-ulang. Jika suatu organisme mati, bahan organic yang terdapat di dalam tubuh organisme dikembalikan ke lingkungan.

Daur biogeokimia dibagi menjadi tiga tipe, yaitu daur gas, daur cair, dan daur padat (sedimen). Daur gas meliputi daur karbon dan daur nitrogen. Daur cair meliputi daur air sedangkan daur padat (sedimen) meliputi daur fosfor dan belerang.

 

Macam-macam daur biogeokimia:

  1. Daur Karbon
  2. Daur Nitrogen
  3. Daur Air
  4. Daur Fosfor
  5. Daur Belerang (Sulfur)


  1. Daur Karbon

Unsur karbon terdapat di atmosfer dalam bentuk senyawa anorganik, yaitu karbon dioksida (CO2). Senyawa anorganik CO2, baik  di darat maupun di air, akan diubah oleh produsen menjadi senyawa karbon organik melalu proses fotosintesis, disertai penyimpanan energi yang berasal dari radiasi cahaya matahari. Energi yang tersimpan di dalam tubuh produsen bersama dengan senyawa karbon organik disebut energi biokimia. Sebagian senyawa karbon organik di dalam tubuh produsen dimanfaatkan untuk aktivitas fisiologi produsen itu sendiri melalui proses respirasi. Sebagian lainnya ditransfer ke konsumen (hewan dan manusia) melalui rantai makanan. Respirasi (pernapasan) yang dilakukan oleh produsen dan konsumen akan membebaskan CO2 ke udara.

 

Jika produsen dan konsumen mati, senyawa karbon organik di dalam tubuhnya akan diurai oleh organisme pengurai (bakteri dan jamur) yang akan membebaskan CO2 ke udara atau ke dalam air. Sebagian bahan organik di dalam tubuh organisme ada yang sulit diuraikan (perlu waktu yang lama) dan ada yang berubah menjadi batu kapur (CaCO3), arang, dan minyak bumi (bahan bakar fosil). Pembakaran bahan bakar fosil akan membebaskan CO2 kembali ke udara.

Buatlah diagram tentang daur karbon!

Gambar 1. Daur Karbon


Di dalam air, CO2 terlarut akan bereaksi dengan air membentuk asam karbonat (H2CO3). H2CO3 kemudian bereaksi dengan batu kapur (CaCO3), yang berlimpah di perairan terutama larutan, untuk membentuk ion bikarbonat (HCO3-) dan karbonat (CO32-). Ion Bikarbonat merupakan sumber CO2 bagi organisme perairan. Organisme Mollusca bercangkang membuat bahan cangkang kalsium karbonat (CaCO3) dengan memanfaatkan kalsium dan CO2 yang terlarut dalam air. Jika hewan tersebut mati, cangkang akan hancur dan membebaskan CO2 ke udara.

Plus

Daur Biogeokimia (Daur Karbon)

  DAUR BIOGEOKIMIA   Daur Biogeokimia adalah peredaran unsur-unsur kimia dari lingkungan melalui komponen biotik dan kembali lagi ke lin...