Ketahui Tipe Belajar Siswa Saat Daring! Kamu Tipe Yang Mana?
Sumber: pexels.com
COVID-19 menjadi salah satu wabah penyakit yang menular dan menyebar hampir seluruh negara di dunia. Oleh karenanya, penyakit COVID-19 ini dikenal dengan pandemi COVID-19. Keadaan ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat salah satunya pendidikan. Pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka langsung beralih dengan pembelajaran online (daring) atau study from home. Pelajar dan pendidik mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga kuliah harus bisa beradaptasi dan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi masa kini untuk belajar daring. Banyak hal yang perlu disiapkan oleh siswa dan guru dalam pembelajaran daring sehingga dapat berjalan dengan baik.
Selama belajar daring, banyak tipe belajar yang biasa diterapkan siswa/mahasiswa. Ada banyak tipe belajar tapi hanya 4 tipe belajar saja yang akan dibahas kali ini. Kira-kira apa saja 4 tipe belajar yang biasa dilakukan oleh siswa/mahasiswa? Yuk simak informasinya di bawah ini:
1. Instant
Wriding (Writting-reading)
Tipe belajar ini
merupakan kombinasi menulis dan membaca. Ketika guru/dosen menjelaskan materi
secara daring, pelajar tipe ini juga mencatat materi di kertas atau digital
kemudian membaca catatannya sehingga bisa paham materi pelajaran. Jika kamu tipe
orang yang efisien waktu, tipe belajar ini cocok diterapkan untuk belajar
karena kelebihannya bisa mempunyai catatan secara langsung setelah belajar
daring. Namun, kamu juga harus cepat menangkap dan mencatat materi, jika tidak bisa
ketinggalan banyak materi belajar lainnya. Ini menjadi kelemahan strategi
belajar Instant Wriding bagi siswa/mahasiswa yang belum bisa terbiasa dan mengimbangi
belajar dengan mendengar dan menulis cepat.
2. Cordwriding
(Record, Writing, and Reading)
Buat kamu yang
tidak cocok tipe belajar Wriding, cobalah tipe belajar Cordwriding. Kadang ada
juga siswa/mahasiswa yang tidak suka mencatat langsung saat belajar daring
secara live (langsung). Strategi yang
biasa digunakan dengan merekam/record materi belajar sehingga kapanpun bisa mengaksesnya.
Selain itu, bisa mengatur kecepatan video hasil rekaman/record sesuai keinginan
sehingga bisa menyesuaikan ritme belajar masing-masing. Kemudian membuat
ringkasan materi dan membacanya kembali. Kelebihan tipe belajar ini cocok buat
pelajar yang belum bisa instant mencatat materi saat belajar daring. Namun,
tipe belajar ini juga harus mempunyai persiapan khusus misalnya memori handphone atau laptop yang memadai
sehingga video record bisa cukup tersimpan di memori.
3.
Comenthree
(Comprehension next three-step forward)
Beda lagi sama
tipe belajar yang satu ini. Kombinasi dari 3 proses belajar yaitu
comprehension, writing, reading and completing. Tipe belajar ini membutuhkan
konsentrasi yang tinggi. Siswa atau mahasiswa yang termasuk dalam tipe ini bisa
dikategorikan dalam siswa yang cerdas. Kenapa bisa termasuk cerdas? Pada tipe
strategi Comenthree (Pahami, Tulis, Baca, dan Lengkapi), siswa harus punya
pemahaman awal tentang materi. Siswa/mahasiswa tipe ini biasanya sudah mencari
tahu dulu materi yang akan disampaikan oleh guru/dosen. Jadi ketika
pembelajaran daring, sudah mengetahui dan memahami gambaran singkat materinya.
Selain cerdas, tipe belajar ini biasanya dilakukan sama siswa/mahasiswa yang
rajin. Kenapa bisa rajin? Karena selain memahami, juga mencatat materi
penting yang disampaikan dosen/guru, setelah itu membaca catatannya kembali,
mencocokkan dengan referensi lain lalu melengkapi catatannya..
4. LSL
(Listen, Sharing, and Let It Flow)
Dilihat dari
nama tipe belajarnya, apakah kalian sudah tahu tipe belajar ini? Jika kalian
sudah tahu, cukupkan saja tidak perlu lanjut membaca lagi. Namun, buat kalian
yang belum tahu dan penasaran dengan tipe belajar ini, wajib lanjutin baca
sampai akhir agar tidak overthinking di malam hari. Sebelum masuk lebih jelas
lagi, jangan sampai kalian beranggapan bahwa tipe belajar ini biasa diterpkan
sama siswa/mahasiswa yang malas.
Siapa nih yang beranggapan berpikir begitu atau anggapan negatif lain? Yuk..berhenti negatif thinking. Tidak ada siswa yang malas. Adanya hanya siswa
yang tidak mau berusaha. Mari kembali ke topik. Siswa/mahasiswa dengan tipe
belajar ini dari segi kacamata minsya masuk dalam kategori siswa yang genius. Karena tipe ini senang belajar
secara audio, jadi cukup mendengarkan penjelasan dari guru/dosen dan
mungkin bisa saja sempat mencatat poin penting dan singkat. Kemudian lanjut
sharing belajar dengan teman-temannya sehingga pengetahuannya semakin luas dan
daya ingatnya pun semakin kuat. Tipe belajar ini juga tidak begitu menyukai
suatu hal yang rumit, cukup hal yang sederhana dan menyenangkan. Kenapa
menyenangkan? Karena membiarkan pengetahuan dan kreativitas dalam diri berkembang
tanpa dibatasi dengan teori-teori dalam buku. Nah, inilah komponen yang
dimaksud dengan let it flow. Itulah gambaran tipe belajar LSL (Listen,
Sharing, and Let It Flow). Semoga menjawab rasa penasaran kalian.
Jadi apakah kalian masuk dalam salah satu tipe belajar di atas? Atau kalian mempunyai tipe belajar versi lain? Yuk... sharing tipe belajar kalian! Mungkin saja ada yang sedang mencari teman setipe dalam belajar.
