5 Penyebab Skincare Tidak Cocok di Kulit Kamu! Jangan Salah Pilih Skincare!
Mempunyai kulit yang sehat
dan terlihat glow up menjadi impian
bagi semua orang. Kulit wajah yang sehat membuat kita berani tampil percaya
diri. Proses mendapatkan kulit yang sehat tentu membutuhkan treatment atau
perawatan kulit salah satunya dengan memakai skincare.
Di Indonesia sendiri, sudah
banyak produk-produk skincare dari berbagai brand seperti Wardah, Azarine,
Somethinc, Avoskin, dll. Setiap produk skincare mempunyai fungsi tersendiri
sesuai dengan permasalahan kulit. Namun, kadang ketika menggunakan skincare
tertentu malah muncul reaksi negatif yang tidak sesuai dengan harapan kita.
Misalnya saja muncul jerawat, kemerahan di kulit, bruntus, minyak berlebih,
timbul rasa panas di area kulit tertentu. Untuk mengetahui alasan mengapa
skincare tidak cocok di kulit kita langsung aja simak di bawah ini:
Masalah kulit menjadi hal yang perlu kita ketahui sejak awal sebelum memilih skincare yang tepat. Apakah kulit kita termasuk yang berminyak dan mudah berjerawat (oily acne prone skin), kulit kering, bruntusan, pori-pori membesar, flek hitam, atau komedo di sekitar hidung. Fokuslah pada satu permasalahan kulit yang paling mendesak untuk diatasi terlebih dulu kemudian baru menentukan produk skincare yang cocok untuk kulit kita.
2. Perubahan kondisi kulit
Kondisi kulit dapat berubah salah satunya karena faktor
musim. Misal: awalnya punya kondisi kulit normal tetapi karena perubahan cuaca
kondisi kulit berubah jadi berminyak. Jadi....skincare yang kita pakai
sebelumnya tidak dapat bekerja dengan baik di kulit. Kalo mengalami kondisi
seperti ini maka skincare yang kita gunakan tidak cocok lagi sehingga perlu
menganalisis lagi apa yang dibutuhkan kulit dan memilih serta memilah lagi
produk skincare yang masih bisa digunakan dengan kondisi kulit sekarang.
Seringkali kita menggunakan skincare dari berbagai merk dan mencoba-coba untuk mengkombinasikannya. Misalnya, kita menggunakan toner dari merk A lanjut moisturizer dari merk B dan lanjut lagi sunscreen dari merk C. Hal yang perlu diketahui bahwa tiap produk skincare dari berbagai merk/brand dibuat berdasarkan permasalahan kondisi kulit tertentu. Jadi....pastikan kamu research dulu produk skincare yang mau dibeli baik itu fungsi, kandungan dan cocok untuk jenis kulit seperti apa (normal skin/oily skin/dry skin/combination skin/sensitive skin). Kemudian juga cek lagi kandungan yang terdapat dalam skincare tertentu apakah bisa kombinasi kandungan skincare lain atau malah bentrok.
3. Pemakaiannya kurang higienis
Ketika memakai
skincare perlu diperhatikan kondisi tangan dalam keadaan bersih. Apabila tangan
kita dalam keadaan kotor artinya terkontaminasi dengan bakteri. Maka saat kita
menyentuh skincare dalam keadaan terbuka menyebabkan skincare juga
terkontaminasi. Karena itu pastikan tangan dalam keadaan bersih dan kering.
Selain itu, jangan biarkan skincare terbuka dalam waktu yang lama. Pastikan
setelah memakai skincare segera ditutup dengan benar.
4. Terburu-buru layering skincare dengan skincare lain
Usahakan aplikasikan rangkaian skincare di kulit secara bertahap dan beri jeda waktu antara skincare satu dengan lainnya. Hal ini karena skincare yang sudah diaplikasikan belum meresap secara optimal di kulit sehingga menimbulkan reaksi negatif dengan skincare berikutnya. Beri waktu tiap skincare untuk meresap dengan optimal sekitar 1-2 menit tergantung tekstur skincare dan lama waktu kecepatan skincare meresap di masing-masing kulit.
5. Tidak memperhatikan PAO Date
PAO Date (Period after opening) ini berbeda dengan tanggal kadaluwarsa. PAO Date adalah jangka waktu efektivitas dan stabilitas produk skincare dari pertama kali dibuka. Biasanya simbol PAO Date di produk skincare/kosmetik berupa gambar tutup jar dibuka dengan mencantumkan bulan misalnya 6 M/ 12 M (6 month after opening/12 month after opening) .Setelah research dengan skincare yang mau dipakai, kadang kita merasa cocok saat pemakaian awal skincare. Namun, setelah jangka waktu tertentu misal 7 bulan pemakaian muncul reaksi negatif di kulit yang membuat kita berasumsi skincare tidak cocok lagi digunakan di kulit kita. Padahal sebenarnya bisa disebabkan karena produk skincare yang dipakai sudah melewati masa PAO date meskipun tanggal kadaluwarsanya masih lama. Maka jika muncul reaksi negatif kita perlu menghentikan pemakaian skincare. Tetapi bagaimana jika tidak muncul reaksi negatif? Apakah tetap melanjutkan pemakaian skincare atau tidak? Jika tidak muncul reaksi negatif pada kulit alangkah lebih baik kita tidak menggunakan lagi produk skincare tersebut karena efektivitas dan stabilitas fungsi dan teksturnya mungkin sudah berbeda. Oleh karena itu, perhatikan PAO Date dengan cara menandai tanggal pembukaan tutup skincare dengan label atau spidol.
Sumber: fassailana.com
Jadi skincare tidak cocok itu bisa terjadi karena beberapa penyebab. Baik itu faktor eksternal seperti kehigienisan kita dalam menggunakan skincare atau faktor internal seperti kandungan skincare yang tidak sesuai dengan kondisi kulit kita. Maka dari itu bersikaplah bijak dalam memilih dan memakai skincare dengan benar sehingga kita dapat merasakan manfaat baiknya.

